GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR SETELAH PEMBERIAN MADU INTRAPERITONEAL POST LAPAROTOMI
DOI:
https://doi.org/10.22437/joms.v1i2.16571Abstract
ABSTRACT
Background: Jambi honey, given intraperitoneally, was demonstrated to be effective as an anti-adhesion agent after laparotomy. Based on several studies, honey given orally can prevent drug-induced kidney cell damage. Objectives: knowing the description of the histopathology of the kidney of male Wistar strain after administration of intraperitoneal honey. Methods: The type of research used is experimental laboratory research that uses a post test only control group design. 20 male wistar rats were divided into 4 groups. Group A as a control group, group B receiving 0.9% NaCl 3ml intraperitoneally, group C rats receiving 0.27ml intraperitoneal honey, group D rats receiving 0.54ml intraperitoneal honey. The data will be analysed with Univariate analysis method. Results: The glomerulus was damaged with Bowman's spatium edema the most. In the tubules, the most severe damage was haemorrhagic in the control group and interstitial inflammation in all groups with a mild degree. Conclusions: The results of histopathological examination of the kidneys showed damage in the form of Spatium Bowman's edema, hemorrhagic, and interstitial inflammation in all groups.Keywords: Jambi Honey, kidney, histopathology.
ABSTRAK
Latar Belakang: Madu Jambi yang diberikan secara intraperitoneal sudah terbukti dapat digunakan sebagai antiadhesi pasca laparotomi. Berdasarkan beberapa penelitian madu yang diberikan secara oral dapat mencegah terjadinya kerusakan sel ginjal yang diinduksi obat. Tujuan: Mengetahui gambaran histopatologi ginjal tikus putih jantan galur wistar setelah pemberian madu intraperitoneal. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group design. 20 tikus jantan galur wistar terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok A sebagai kelompok kontrol, kelompok B yang mendapatkan NaCl 0,9% 3ml intraperitoneal, kelompok C tikus yang mendapatkan Madu 27ml intraperitoneal, kelompok D tikus yang mendapatkan Madu 0,54ml intraperitoneal. Hasil: Pada glomerulus didapatkan kerusakan dengan edema spatium bowman paling banyak. Pada tubulus kerusakan berupa hemoragik derajat berat paling banyak pada kelompok kontrol dan inflamasi interstitial pada semua kelompok dengan derajat ringan. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan gambaran histopatologi ginjal menunjukkan adanya kerusakan berupa edema spatium bowman, hemoragik, dan inflamasi interstitial pada semua kelompok.
Kata Kunci: Madu Jambi, ginjal, histopatologi
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indah Putri Armita, Miftahurrahmah Maria, Budi Justitia
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Journal of Medical Studies (JOMS) by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi.